Harga Diri dan Status

>> Selasa, 05 Januari 2010

"Huuu..uuura!" Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah ber-tahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lalu dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur di medan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut.

Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok. Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal di seluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudahberada di airport.

Si Anak: "Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?"

Ibu : "Oh sudah tentu, rumah kita cukup besar dan kamarpun cukup banyak,
bawa saja, jangan segan2 bawalah!"

Si Anak: "Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di
Vietnam?"

Ibu : "..oooh tidak jadi masalah, bolehkah Ibu tahu, bagian mana yang cacad?" -nada suaranya sudah agak menurun-

Si Anak: "Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!"

Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan
anaknya: "Asal hanya untuk beberapa hari saja, Ibu kira tidak jadi masalah?"

Si Anak: "Tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!"

Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: "Nak lain kali saja kawanmu itu diundang ke rumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar Ibu yang bayar nanti biaya penginapannya!"

Si Anak: "Tetapi ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!"

Si Ibu: "Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang2 penting yang berkunjung kerumah kita,apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat
kita bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti."

Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup.

Orang tua dari kedua anak tsb maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung ke rumah mereka.


Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidentifikasikan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnya pun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya,tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!


~~~

Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tsb kejam dan hanya
mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita
sendiri?
Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan
... anak2 jalanan
... dengan orang cacad?
... yang bukan karena cacad tubuh saja?
... tetapi cacad mental atau
... cacad status atau cacad nama atau
... cacad latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang
.. yang jatuh miskin?
.. yang kena penyakit AIDS?
.. yang bekas pelacur?
.. yang tidak punya rumah lagi?
.. yang pemabuk?
.. yang pencandu?
.. yang berlainan agama?

Renungkanlah jawabannya hanya Anda pribadi dan Sang Pencipta saja yang
mengetahuinya?!

Read more...

Tidak Ada Yang Sia-Sia

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia.
Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sisi mata uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan
Menemukan pemandangan yang jauh berbeda.

Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka.
Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis.

Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan rumah anda?


Read more...

Senyum, Harta Termahal

>> Senin, 04 Januari 2010

Pelayan itu tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.

Senyum itu tampaknya membuat perasaannya lebih baik.

Lelaki itu teringat kebaikan seorang temannya dulu.

Setelah selesai makan siang ia meninggalkan tip yang cukup besar.

Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu, mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya.

Besoknya ia mengambil uang yang didapatnya, dan memberikan sebagian pada lelaki di jalan.

Lelaki di jalan itu merasa bersyukur; karena sudah dua hari ia tak makan.

Setelah ia selesai makan, ia pulang ke kamarnya yang sempit dan kumuh. (Ia tak tahu pada waktu itu bahwa ia mungkin akan menemui ajal).

Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan dan membawanya ke rumah supaya hangat.

Anak anjing itu sangat bersyukur tak lagi di luar didera badai.

Malamnya rumah itu terbakar.

Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan.

Ia menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.

Salah satu anak yang diselamatkannya tumbuh dewasa menjadi Presiden.

Semua ini karena sebuah senyum yang tak membutuhkan uang satu sen pun.



Pernahkah Anda melihat wajah orang yang tidak pernah tersenyum? Bagaimana perasaan Anda? Yang pasti, apa pun perasaan kita, pada dasarnya, memandang wajah orang yang tidak mau tersenyum amatlah menjengkelkan. Ini tidak berarti kita harus terus senyum-senyum sendiri di mana-mana. Namun, alangkah berbedanya bila sudut bibir kita tertarik ke atas dan bukannya turun ke bawah.



Read more...

Senyum, Harta Termahal

Bila sudut bibir kita tertarik ke atas, wajah kita akan lebih nampak cerah dan membuat orang-orang di sekeliling kita merasa aman. Sebaliknya, bila sudut bibir kita turun ke bawah, maka seluruh rona muka kita akan tampak kusut dan membuat orang-orang di sekeliling kita enggan mendekat. Bisa saja orang beranggapan, "Orang itu judes. Orang itu jahat. Orang itu galak. Orang itu menyeramkan."

Senyum menunjukkan keramahan yang terpancar dari dalam.
Selain itu, senyum juga melegakan hati diri sendiri. Dengan tersenyum, kita akan merasa lebih santai dan jauh dari perasaan tegang. Kita memerlukan senyum, bukan hanya untuk membahagiakan orang lain, melainkan juga untuk menenangkan hati kita sendiri. Senyum selalu memiliki arti keindahan, ketenangan, kedamaian dan kasih sayang. Apa pun yang sedang kita alami saat ini -susah atau senang, santai atau tegang-berusahalah untuk tetap tersenyum. Tersenyumlah memandang semua hari-hari kita dan rasakan keramahan itu tidak hanya kita dapatkan dari luar pribadi kita, melainkan dari dalam diri kita sendiri.

Cukup banyak kejahatan, kekerasan dan angkara murka yang terjadi di sekeliling kita. Semua itu disebabkan karena banyak orang yang enggan untuk mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya. Semua orang enggan untuk bersikap ramah terhadap diri sendiri (merasa selalu benar), dan akibatnya, manusia enggan pula bersikap ramah pada sesamanya. Tak ada lagi senyum yang tersungging di bibir. Apakah kita juga ingin menyemarakkan suasana penuh kekerasan dan tanpa keramahan ini?

Dalam senyum keramahan, tak ada kekerasan dan angkara murka. Adakah kita mau tersenyum dan mengembalikan kedamaian dunia melalui kasih Allah dalam hidup kita?



Read more...

Trik Untuk Meningkatkan Kecepatan Internet di PC Kita

Secara default Windows (Win XP Pro dan 2000) sebenarnya juga mengurangi bandtwith kita sebesar 20%, 20% ini digunakan window untuk mendownload update untuk window. SayaAda sedikit ilmu untuk meningkatkan kecepatan internet kita. Berikut langkah untuk menghilangkan pengurangan bandwidth tersebut :

1. Klik Menu Start Pilih Run
2. Lalu ketikan "gpedit.msc” (tanpa tanda “) Ini akan memunculkan tampilan “Windows Policy”.
3. Kemudian masuk ke : Local Computer Policy
4. Pilih Computer Configuration
5. Pilih Administrative Templates
6. Pilih Network
7. Pilih QOS Packet Scheduler kemudian di tampilan kanan pilih “Limit Reservable Bandwidth”, disitu tertulis “Not Configured”

Jika ingin tahu keterangannya buka di bagian tab “Explain”. Di situ tertulis keterangan windows secara default menggunakan 20% bandwidth kita. Kembali ke “Setting” dan pilih “Enabled” lalu ganti 20 % menjadi 0%.

Mudah bukan...!!!
Nah,Selamat mencoba...

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP